By Marsigit
READ MORE -
Pursuing Good Practice of Secondary Mathematics Education Through Lesson Studies In Indonesia
Reviewed by Ambar Sito Jati (10305144042)
Matematika Swadana
Kesimpulan Membaca
Beberapa latar belakang filosofis atas hakikat dari praktik kegiatan mengajar yang baik perlu dididkusikan untuk memperbaiki pendidikan matematika. Di Indonesia telah diupayakan praktik kegiatan belajar mengajar yang baik. Studi pembelajaran dilakukan oleh guru yang bekerja sama dengan dosen dan ahli Jepang dengan mencoba beberapa metode mengajar di sekolah menengah. Studi pembelajaran memberikan pengaruh tersendiri terhadap siswa, guru, dan dosen. Hasil studi pembelajaran menunjukkan peningkatan antusiasme siswa, motivasi, keaktifan, dan kinerja siswa. Hal tersebut juga meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar, variasi metode mengajar. Dosen juga lebih memahami kesulitan yang dihadapi guru dalam mengubah sistem belajar yang semula berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa.
Peningkatan metode belajar matematika dan pengajaran sains di Indonesia memerlukan partisipasi pemerintah dan guru sekolah. Penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mendorong inovasi pendidikan, guru perlu (1) membuat suasana belajar mengajar yang kondusif, (2) menerapkan berbagai metode dan sumber untuk mengajar, (3) memberi kesempatan pada siswa untuk berinisiatif, (4) meningkatkan kerja sama dengan lembaga pendidikan lainnya.
Peningkatan metode belajar matematika dan pengajaran sains di Indonesia memerlukan partisipasi pemerintah dan guru sekolah. Penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mendorong inovasi pendidikan, guru perlu (1) membuat suasana belajar mengajar yang kondusif, (2) menerapkan berbagai metode dan sumber untuk mengajar, (3) memberi kesempatan pada siswa untuk berinisiatif, (4) meningkatkan kerja sama dengan lembaga pendidikan lainnya.
Lebih lanjut, penelitian ini juga merekomendasikan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika dan sains, pemerintah pusat perlu (1) mengimplementasikan kurikulum yang lebih sederhana dan fleksibel, (2) mendefinisikan kembali peran guru sebagai fasilitator, (3) mendefinisikan kembali peran kepala sekolah sebagai pendukung dalam upaya pengembangan professional guru, (4) mendefinisikan kembali peran sekolah untuk mempromosikan manajemen berbasis sekolah, (5) meningkatkan kualitas pengawas, (6) meningkatkan otonomi guru, (7) meningkatkan kerja sama sekolah dengan universitas, (8) mendefinisikan sistem evaluasi, dan (9) memperpanjang proyek studi pembelajaran untuk mempromosikan paradigma baru dan inovasi pendidikan.

