Sejarah matematika
terbentang begitu panjang hingga saat ini. Begitu banyak tokoh-tokoh yang
membangun dan merangkai sejarah perkembangan matematika. Tanpa peran dan
karya-karya mereka, tentu pencapaian matematika tidak akan seperti sekarang.
Mempelajari sejarah matematika, berarti juga mengenal tokoh-tokoh bersejarah
dalam matematika.
Dalam buku Men of Mathematics, dipaparkan tokoh-tokoh hebat dalam Matematika lengkap dengan perjalanan hidup dan perjalanannya menemukan karya di bidang matematika. Membaca buku Men of Mathematics akan memberikan pencerahan tentang siapa sebenarnya yang disebut matematikawan. Bagaimana mereka menjadi men of mathematics. Bagaimana latar belakang dan perjalanan hidupnya hingga mereka menghasilkan karya-karya luar biasa dalam bidang matematika.
Banyak matematikawan yang dikisahkan dalam buku Men of Mathematics. Lebih dari 30 matematikawan yang dikisahkan tentang kehidupannya, perjalanannya menjadi matematikawan hingga mereka meninggal. Dari buku Men of Mathematics, banyak hal yang bias dipelajari dari para matematikawan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Archimedes, merupakan keponakan dari Raja Hieron II. Ia terkenal setelah kisah penemuannya ketika berusaha membuktikan keaslian mahkota Raja sambil berteriak, “Eureka! Eureka!”. Ia lah orang yang telah menemukan bilangan p. Dan cerita tentang caranya meninggal sangat menarik untuk didengar, di mana ia berteriak, “ Jangan ganggu lingkaranku!”, sesaat sebelum tentara Persia membunuhnya.
Lain dengan cerita kehidupan Gauss, yang kehidupannya sering dalam keadaan kekurangan. Ia ahir dari keluarga miskin, bahkan memiliki seorang ayah yang kasar. Namun sang Pangeran Matematika telah menunjukkan keistimewaannya sejak usia tiga tahun, dan terbukti ketika dewasa ia melahirkan banyak karya besar di bidang matematika, terutama dalam perkembangan geometri Non-Euclide yang kelak mendasari teori relativitas Einstein. Ia juga berkarya di bidang lain seperti fisika dan astronomi.
Dua orang di atas; Archimedes dan Gauss beradal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Pola asuh dan lingkungan mereka tumbuh menjadi matematikawan juga tidak sama. Namun keduanya melahirkan karya yang luar biasa.
Lain lagi dengan kisah kehidupan keluarga Bernoulli yang diceritakan di buku Men of Mathematics. Keluarga Bernoulli adalah salah satu keluarga yang paling bersejarah, karena delapan keturunannya adalah orang-orang yang luar biasa. Keturunan kedua dan keturunan ketiga mencetak prestasi yang sangat membanggakan dalam bidang matematika. Salah satu keunikan dari keluarga ini adalah bahwa banyak di antara keturunannya yang salah minat ketika memulai karirnya. Banyak yang mempelajari ilmu kedokteran, hokum bahkan seni, namun pada akhirnya mereka kembali pada matematika.
Tidak terhitung sumbangsih keluarga Bernoulli bagi perkembangan matematika, pada umumnya dan sains pada khususnya. Beberapa yang dapat disebut adalah: teori probalilitas (nantinya menjadi dasar adanya manajemen risiko yang ramai-ramai dipakai di perbankan sekarang); pengembangan kalkulus uuntuk diaplikasikan pada bidang ilmu atau disiplin ilmu lain terutama fisika (melakukan eksperimen terhadap hukum-hukum tertentu, dimana salah satunya kelak akan menjadi hukum Coulomb tentang elektrostatik); prinsip hidrodinamik (harap dibedakan dengan hidrostatis dari Archimedes) yang dikembangkan untuk membuat pompa hidrolik; teori gelombang laut, astronomi; pelestarian energi; aerodinamis dari Daniel; deret Bernoulli.
Jika kisah keluarga Bernoulli dengan kisah Gauss dan Aristoteles, akan timbul pertanyaan menelisik. Apakah kepintaran manusia ditentukan oleh keturunan ataukah lingkungan. Mana yang paling dominan dalam membentuk diri seorang matematikawan.
Buku Men of Mathematics menyuguhkan berbagai kisah menarik dari kehidupan dan penemuan para matematikawan. Matematikawan ternyata berasal dari berbagai kalangan, latar belakang, golongan, bahkan profesi. Kehidupan pribadi mereka juga sangat mempengaruhi karirnya di bidang matematika. Sebut saja Hamilton, yang mempunyai kehidupan pribadi yang kurang lancer. Kisah kehidupan perkawinanya tidak berjalan dengan baik. Namun hal itu justru membuatnya semakin giat melakukan penelitian dalam bidang matematika.
Matematikawan yang dikisahkan dalam Men of Mathematics banyak yang telah menunjukkan bakatnya dalam bidang matematika sejak usia dini. Lantas apakah hal itu menjadi bukti bahwa kegeniusan seseorang tidak ditentukan berdasarkan keturunan maupun lingkungan? Apakah mereka memang orang-orang pilihan yang memang ditakdirkan oleh Tuhan? Yang diberi bakat khusus dalam bidang matematika? Apapun jawabannya, buku Men of Mathematics memberikan kisah-kisah menarik dari para matematikawan. Dari sana kita dapat belajar sangat banyak tentang matematika dan sejarahnya, yang tentu tidak terlepas dari para pengukirnya.
Dalam buku Men of Mathematics, dipaparkan tokoh-tokoh hebat dalam Matematika lengkap dengan perjalanan hidup dan perjalanannya menemukan karya di bidang matematika. Membaca buku Men of Mathematics akan memberikan pencerahan tentang siapa sebenarnya yang disebut matematikawan. Bagaimana mereka menjadi men of mathematics. Bagaimana latar belakang dan perjalanan hidupnya hingga mereka menghasilkan karya-karya luar biasa dalam bidang matematika.
Banyak matematikawan yang dikisahkan dalam buku Men of Mathematics. Lebih dari 30 matematikawan yang dikisahkan tentang kehidupannya, perjalanannya menjadi matematikawan hingga mereka meninggal. Dari buku Men of Mathematics, banyak hal yang bias dipelajari dari para matematikawan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Archimedes, merupakan keponakan dari Raja Hieron II. Ia terkenal setelah kisah penemuannya ketika berusaha membuktikan keaslian mahkota Raja sambil berteriak, “Eureka! Eureka!”. Ia lah orang yang telah menemukan bilangan p. Dan cerita tentang caranya meninggal sangat menarik untuk didengar, di mana ia berteriak, “ Jangan ganggu lingkaranku!”, sesaat sebelum tentara Persia membunuhnya.
Lain dengan cerita kehidupan Gauss, yang kehidupannya sering dalam keadaan kekurangan. Ia ahir dari keluarga miskin, bahkan memiliki seorang ayah yang kasar. Namun sang Pangeran Matematika telah menunjukkan keistimewaannya sejak usia tiga tahun, dan terbukti ketika dewasa ia melahirkan banyak karya besar di bidang matematika, terutama dalam perkembangan geometri Non-Euclide yang kelak mendasari teori relativitas Einstein. Ia juga berkarya di bidang lain seperti fisika dan astronomi.
Dua orang di atas; Archimedes dan Gauss beradal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Pola asuh dan lingkungan mereka tumbuh menjadi matematikawan juga tidak sama. Namun keduanya melahirkan karya yang luar biasa.
Lain lagi dengan kisah kehidupan keluarga Bernoulli yang diceritakan di buku Men of Mathematics. Keluarga Bernoulli adalah salah satu keluarga yang paling bersejarah, karena delapan keturunannya adalah orang-orang yang luar biasa. Keturunan kedua dan keturunan ketiga mencetak prestasi yang sangat membanggakan dalam bidang matematika. Salah satu keunikan dari keluarga ini adalah bahwa banyak di antara keturunannya yang salah minat ketika memulai karirnya. Banyak yang mempelajari ilmu kedokteran, hokum bahkan seni, namun pada akhirnya mereka kembali pada matematika.
Tidak terhitung sumbangsih keluarga Bernoulli bagi perkembangan matematika, pada umumnya dan sains pada khususnya. Beberapa yang dapat disebut adalah: teori probalilitas (nantinya menjadi dasar adanya manajemen risiko yang ramai-ramai dipakai di perbankan sekarang); pengembangan kalkulus uuntuk diaplikasikan pada bidang ilmu atau disiplin ilmu lain terutama fisika (melakukan eksperimen terhadap hukum-hukum tertentu, dimana salah satunya kelak akan menjadi hukum Coulomb tentang elektrostatik); prinsip hidrodinamik (harap dibedakan dengan hidrostatis dari Archimedes) yang dikembangkan untuk membuat pompa hidrolik; teori gelombang laut, astronomi; pelestarian energi; aerodinamis dari Daniel; deret Bernoulli.
Jika kisah keluarga Bernoulli dengan kisah Gauss dan Aristoteles, akan timbul pertanyaan menelisik. Apakah kepintaran manusia ditentukan oleh keturunan ataukah lingkungan. Mana yang paling dominan dalam membentuk diri seorang matematikawan.
Buku Men of Mathematics menyuguhkan berbagai kisah menarik dari kehidupan dan penemuan para matematikawan. Matematikawan ternyata berasal dari berbagai kalangan, latar belakang, golongan, bahkan profesi. Kehidupan pribadi mereka juga sangat mempengaruhi karirnya di bidang matematika. Sebut saja Hamilton, yang mempunyai kehidupan pribadi yang kurang lancer. Kisah kehidupan perkawinanya tidak berjalan dengan baik. Namun hal itu justru membuatnya semakin giat melakukan penelitian dalam bidang matematika.
Matematikawan yang dikisahkan dalam Men of Mathematics banyak yang telah menunjukkan bakatnya dalam bidang matematika sejak usia dini. Lantas apakah hal itu menjadi bukti bahwa kegeniusan seseorang tidak ditentukan berdasarkan keturunan maupun lingkungan? Apakah mereka memang orang-orang pilihan yang memang ditakdirkan oleh Tuhan? Yang diberi bakat khusus dalam bidang matematika? Apapun jawabannya, buku Men of Mathematics memberikan kisah-kisah menarik dari para matematikawan. Dari sana kita dapat belajar sangat banyak tentang matematika dan sejarahnya, yang tentu tidak terlepas dari para pengukirnya.
Oleh: Ambar Sito Jati (Matematika Swadana 2010 / 10305144042)
Referensi
: Bell, Eric Temple. Men of Mathematics. 1986. Simon & Schuster
: New York.


0 komentar:
Posting Komentar