Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Senin, 12 Desember 2011

Beautiful song: Your Love

Ever heard the songs sung Gita Gutawa featuring Delon?
The song is very beautiful to hear, especially if we interpret every word and sentence in the lyrics. To get the song, you can download at 4shared.com or other websites very easily, and free, hehe.
Honestly, my listening skills are not good, so I'm looking for lyrics of the song in topikliriklagu.blogspot.com. Here goes the lyrics:
Every time I close my eyes
And say my prayer at night
I thank God each day for your love
That Gives me wings to fly up high
To reach my dream aim from the sky
You always said
Your head up high
Smile on your face and wish
That you Will always be loved
The stars Will lead you every step you take
Do not you ever be afraid
Believe in you
And I'll be there to guide you Wherever you may go
Thank you for your love, forever
READ MORE - Beautiful song: Your Love

Pendekatan Matematika Realistik pada Pembelajaran Pecahan Di SMP

By: Dr. Marsigit, M.A.
Reviewed by: Ambar Sito Jati(10305144042)
Concluding Remark

Realistic mathematics more emphasis at construction of the context of real things as initial point for the students to purpose obtain mathematics concept. The real things and objects of around area can be used as context mathematics learning to develop dependability of mathematics by social interaction. So the teachers must to give a chance for the students to construct they are knowledge alone. Realistic approach to mathematics learning fractions in Junior High School have purpose such as contextual problem solving and finding the concept of fraction number from the contextual problem which be found; to understand the concept of fraction number, to explain the connections between concept and to implication the concept of fraction number as flexible, accurate, efficient and exact for problem solving; to use reasoning on the pattern and attitude, to execute of manipulation and to make generalization of fraction number; to communication the concept and the use of fraction number; and also have an attitude to appreciate the use of fraction number in the daily life.
Students should be given opportunities to explore and reflect on alternative concepts of fraction ideas. In addition students are also given the opportunity to acquire new knowledge about fractions by forming number.
It can be concluded, that on the realistic approach to mathematics learning fractions in Junior High School will be successful if the students can discover the characteristics of problem solving fractions. Teachers should act as a facilitator of learning.
READ MORE - Pendekatan Matematika Realistik pada Pembelajaran Pecahan Di SMP

SUPPORTING EVIDENCES AND MONITORING TO DEVELOP SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA

By : Dr. Marsigit, M. A.
Reviewed by: Ambar Sito Jati (10305144042)

Kesimpulan Membaca
 
Meningkatkan kecerdasan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 selalu menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia. Namun sayangnya, menurut hasil penelitian (Herawati Susilo, 2003), prestasi anak-anak Indonesia dalam pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam masih rendah. Selain itu, kemampuan anak dalam memahami konsep dan proses matematika juga masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Ujian Nasional yang kurang maksimal. Sebagai tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah berusaha menekan adanya isu-isu pendidikan dan segera mengimplemantasikan kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mulai diterapkan pada tahun 2006/2007. Kebijaksanaan ini tentu berkibat pada aspek kemandirian program pendidikan, pengembangan silabus, peningkatan kompetensi guru, fasilitas pembelajaran, anggaran pendidikan, keterlibatan masyarakat, sistem evaluasi dan jaminan mutu. Dalam pengembangan silabus, standar kompetensi harus terperinci sesuai dengan kompetensi dasar.


Pengembangan kurikulum, khususnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk matematika SMP, membutuhkan penelitian yang mendalam dan komprehensif dalam semua aspek yang meliputi: (1) kesempatan belajar matematika bagi semua, (2) kurikulum bukan kumpulan bahan pelajaran akan tetapi seharusnya merupakan refleksi yang koheren dengan kegiatan matematika, (3) pengajaran guru yang sesuai dan komprehensif, (4) pengembangan konsep matematika yang mendalam, (5) penilaian pembelajaran yang dilakukan guru, dan (6) menerapkan berbagai metode pembejalaran yang sesuai. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat menjadi titik awal bagi guru matematika di Indonesia untuk merefleksikan dan mengubah paradigma mereka tentang mengajar. Mukminan dkk (2002) menguraikan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk SMP menekankan pada kompetensi siswa yaitu pada kompetensi kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan hal ini, pemerintah harus mendukung sepenuhnya peran guru untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan siswa dengan mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk mendukung kegiatan belajar siswa.

Untuk pengawasan akan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat dilihat dari segi siswa, guru, dan masyarakat. Hasil dari pengawasan tersebut dijadikan refleksi untuk selalu meningkatkan kemampuan semua aspek yaitu pengembangan kurikulum itu sendiri, guru, kepala sekolah dan pengawas, fasilitas pembelajaran, anggaran pendidikan dan juga sistem pendidikan. Hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum baru ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita menerapkan suatu kurikulum, kita akan kita selalu harus memperbaikinya.
READ MORE - SUPPORTING EVIDENCES AND MONITORING TO DEVELOP SCHOOL-BASED CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS IN INDONESIA